Rabu, 21 Agustus 2019

Kedudukan dan Fungsi Musik Tradsional 8D,8F


Seni musik merupakan salah satu dari cabang cabang seni yang bisa dibilang paling populer dan mendapatkan banyak apresisasi dibandingkan dengan seni seni lainnya. Selain populer dan memiliki tingkat apresiasi lebih tinggi dibandingkan apresiasi seni rupa dan seni lainnya, musik juga sangat penting perannya dan menjadi bagian dari beberapa seni pertunjukan. Tingginya popularitas dan apresiasi musik bisa juga disebabkan oleh sifat musik yang bersifat universal dan bisa dinikmati oleh berbagai orang dengan berbagai macam jenis musik yang sesuai.
Seni musik sendiri tersusun oleh beberapa unsur yang diantaranya adalah melodi, birama, ritme, harmoni, tempo, dinamika, dan timbre. selain unsur seni musik juga memiliki beberapa jenis seperti musik modern dan musik traditional. Musik modern adalah musik yang sudah mengalami sentuhan teknologi sehingga dapat memunculkan beberapa perkembangan baru dalam dunia musik serta lebih mengedepankan pada fungsi hiburan. Sedangkan musik traditional menurut wikipedia adalah  musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun, dipertahankan sebagai sarana hiburan. Secara fungsi, seni musik traditional diciptakan untuk beberapa kondisi dan fungsi dan tujuan tertentu yang diulas pada bagian di bawah ini.
  1. Sebagai Alat Komunikasi
Fungsi dan tujuan pertama dari musik traditional adalah sebagai alat dan sarana komunikasi. Sebenarnya, hampir seluruh musik baik musik traditional maupun musik modern merupakan salah satu media komunikasi antara penciptanya dengan mereka yang bertindak sebagai pendengar. Namun dalam fungsi dan tujuan musik traditional nusantara, alat komunikasi yang dimaksud adalah sebagai sarana untuk mengkomunkasikan antara manusia dengan sang pencipta.
  1. Sebagai Sarana Hiburan
Fungsi dan tujuan musik traditional nusantara lainnya adalah sebagai sarana untuk menghibur atau untuk bagi beberapa kondisi tertenut. Musik traditional dapat dimanfaatkan untuk mengalihkan fikiran dari rutinitas sehari-hari bagi para penduduk nusantara tempat musik traditional tersebut berasal. Pada beberapa daerah musik traditional sudah dikenal sebagai sarana penghibur masyarakat sejak jaman kerajaan sampai dengan kesukuan sekarang ini. Namun fungsi musik traditional sebagai sarana hiburan mulai dilupakan oleh masyarakat karena sifatnya yang tersegmen pada beberapa orang saja dan kalah saing dengan musik musik modern yang lebih universal.
  1. Sebagai Musik Pengiring Tarian
Musik dalam beberapa kebudayaan suku asmat dan suku suku lainnya di nusantara ini sering kali bertindak sebagai pengiring dari tarian. Bahkan sejatinya, bukan hanya sebagai pengiring namun musik juga bertindak dalam menghadirkan suasana maupun kondisi tertentu yang selaras dengan tarian tarian yang dipertunjukkan. Hampir semua daerah yang memiliki tarian traditional indonesia selalu dipertunjukkan dengan iringan musik melalui berbagai macam alat musik yang berbeda dan khas dari daerah asalnya masing masing.
  1. Sebagai sarana adat budaya (ritual)
Sama halnya dengan fungsi seni musik sebagai sarana pengiring tarian traditional, musik juga berfungsi sebagai pengiring ritual adat baik yang berkaitan dengan kepercayaan maupun bukan. Di berbagai daerah terutama suku suku pedalaman yang masih mempertahankan ritual adat budayanya dapat kita temui berbagai macam musik mulai dari yang berupa ketukan ketukan sampai dengan menggunakan alat musik sebagai suara untuk mengiringi beberapa ritual adat budaya tertentu.
  1. Sebagai sarana ekonomi
Dibeberapa daerah baik di Indonesia maupun di luar negeri, banyak orang/pemain musik tradisional yang menjadikan permainan musik mereka sebagai usah menyambung hidup atau mata pencaharian. Ada yang mengelolanya secara besar sehingga banyak menampung/menyerap banyak tenaga kerja, adapula yang melakukannya sendiri atau terbatas dengan sebuah kelompok kecil. Meraka akan mendapatkan bayaran dari pihak yang meminta mereka membawakan pertunjukan musik tradisional, biasanya dalam acara-cara kedaerahan atau acara pernikahan, sunatan, dll.
  1. Sarana pengembangan Diri
Yang terakhir adalah sebagai sarana pengembangan diri, rasanya tidak mungkin jika semua orang terlibat dalam proses kreatif pembuatan atau pertunjukan musik tradisional tidak medapatkan hal ini. Selain menambah keterampilan, orang-orang yang bergelut dalam dunia ini biasanya memiliki karakter yang kental akan budaya daerahnya sehingga karakter-karakter atau ciri khas orang di daerah tersebut tidak akan hilang atau tergerus arus globalisasi.
Itulah beberapa fungsi dan tujuan dari musik traditional yang beberapa masih dipertahankan sampai saat ini meskipun sudah ada beberapa yang berubah fungsi dan tujuannya ketika di pertunjukkan. Pendengar musik traditional sekarang sudah sangat berkurang dan sudah menjadi salah satu jenis musik yang tersegmen sempit. Namun bagi mereka yang mau memperdalami seni musik dan dunia musik secara lebih khusus harus mempelajari seni musik traditional karena didalam seni musik traditional banyak sekali ditemukan teknis maupun unsur yang lebih detail dibandingkan dengan musik modern.
Beberapa musik traditional yang sampai saat ini masih bisa dinikmati diantaranya adalah Musik Laras Madya dan Santi Swara yang berasal dari provinsi Jawa tengah, Musik Gambang Kromong yang merupakan serapan dari musik etnis Cina dan berasal dari betawi, Musik Karang Dodou yang berasal dari daerah Tanah siang, Kalimantan Tengah,
Musik Huda yang merupakan gabungan dari 3 jenis musik tradisional Minangkabau, seperti Dikil Rabaro, Salaulaik Dulang dan Dikil Mundan, dan beberapa musik lainnnya yang masih bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran seni musik traditional.


      7. Sarana Bermain
Lagu - lagu rakyat, (vokal Group) yang tumbuh subur di daerah pedesaan banyak digunakan sebagai media bermain anak anak. Masih ingatkah permainan dengan lagu ketika kamu di Sekolah Dasar? Banyak lagu sering dijadikan sarana bermain. Contohnya : Lagu cublak cublak suweng dari Jawa Tengah. Ampar ampar pisang dari Kalimantan, Pok Ame Amee dari Betawi dan sebagainya.



Rabu, 31 Juli 2019

MATERI KELA IX


TEHNIK DAN CARA BERNYANYI SOLO

Ini adalah bagian utama dan terpenting dalam sebuah latihan vocal karena nafas adalah penggerak utama dari suara. Kuatnya nafas dapat menimbulkan dan menciptakan getaran sebagai sumber dari pada “bunyi”. Dan nafas juga sebagai vitamin yang paling ampuh untuk menyehatkan suara. Itulah alasan mengapa  pernafasan harus dilatih dengan baik dan teliti.
Dalam bernyanyi, kita mengenal 3 (tiga) jenis pernafasan. Masing–masing mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri.
1.    Pernafasan Bahu
yaitu pada saat mengambil/menarik nafas, dilakukan dengan mengangkat bahu untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini tidak begitu baik, karena nafas yang dihasilkan dangkal dan mengakibatkan kalimat jadi terputus-putus.
2.    Pernafasan Dada
yaitu dengan membusungkan dada pada saat menarik nafas untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini juga tidak begitu baik, karena jadi terkesan cepat lelah dan akibatnya suara jadi tidak stabil dan terputus-putus.
3.    Pernapasan Diafragma
Lazim kita sebut dengan pernafasan rongga perut. Yaitu menarik/mengambil nafas untuk mengisi paru-paru dengan mengembangkan rongga perut atau diafragma, serta mengembangkan tulang rusuk. Cara inilah yang terbaik yang dilakukan untuk bernyanyi, karena akan menghasilkan nafas yang panjang, ringan, santai dan produksi suara lebih bermutu. Dengan pernafasan diafragma penyanyi dapat leluasa dalam berekspresi karena tidak ada tekanan dan desakan dalam pernafasan.
Seringkali orang akan merasa cepat lelah dan serak ketika sedang berlatih teknik menyanyi dengan benar. Sehingga untuk berbicara saja akan terasa susah. Untuk menghindari masalah ini kita harus mengetahui juga cara mengatur pernafasan yang baik. Jika inigin melakukannya dengan disiplin, ini akan membantu untk membuat ketahanan suara makin mengingkat dan pita suaranya juga tidak mudah terganggu.

HAL YANG PERLU DIJAUHI SAAT MENYANYI
Ketika melatih vokal kamu, penting untuk tetap bersabar dan konsisten selama latihan. Banyak orang tidak sabar dan konsisten ketika berlatih menyanyi dan akhirnya melakukan lebih banyak kerusakan daripada kebaikan.
Ketika melatih suara , penting diingat untuk menghindari kebiasaan tertentu untuk mendapatkan hasil maksimal dari suara kamu. Berikut adalah hal yang harus dihindari saat melatih vokal
1. Oversinging
Oversinging adalah suatu kegiatan menyanyi yang terlalu banyak selama jumlah waktu tertentu. Oversinging dapat menyebabkan kelelahan vokal. Istirahatkan otot suaramu secukupnya untuk mendapatkan hasil maksimal dari latihan kamu.
2. Overpowering.
Terlalu memberikan tekanan, atau mendorong suara kamu untuk mencapai not-not tertentu dapat menyebabkan kerusakan otot vokal. Jika  terlalu menekan suara kamu, maka otot suara akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat sehingga perlu memperpanjang latihan.
3. Praktek yang tidak tepat.
Anda pernah mendengar istilah ‘practice makes perfect’. Sebenarnya sih, praktek yang perfect yang mampu membuat menjadi sempurna. Penting untuk menguasai teknik-teknik yang tepat yang dirancang untuk memperkuat dan melatih otot-otot vokal agar mampu bernyanyi dengan mudah.  Bernyanyi dengan teknik yang tidak tepat akan menyebabkan vokal yang buruk, kelelahan vokal, dan kerusakan suara.
4. Peng-istirahatan Vokal yang kurang memadai.
Praktek yang berkepanjangan dapat menyebabkan penumpukan dalam lendir, kelelahan vokal, kerusakan vokal, dan kurangnya rasa percaya diri bernyanyi. Penting untuk meng-istirahatkan suara setidaknya dua hari setiap minggunya. Waktu latihan dapat berkisar antara 20-60 menit untuk mencapai hasil terbaik. Jika kamu berlatih dengan benar, kamu dapat berlatih lebih sering.
5. Kegagalan untuk Tetap Konsisten.
Sangat mudah untuk menyerah untuk melakukan latihan suara setelah melakukannya selama beberapa waktu. Hal ini tidak terjadi sampai kamu benar-benar membutuhkan latihan tersebut pada malam sebelum kamu tampil, dan kamu ternyata terlambat untuk melatih vokal kamu. Jadi tetaplah konsisten dalam latihan kamu dan jangan menyerah. Jangan berhenti melatih vokal kamu. Latihan vokal dirancang untuk memelihara suara secara teratur.
6. Teliti dalam memilih makanan dan minuman
Secara umum, makanan atau minuman apapun yang kita konsumsi tidak akan melewati dan mengena pita suara kita, karena salurannya berbeda. Pita suara di saluran pernafasan. Jadi kalau ada makanan atau minuman yang masuk, refleks tubuh kita pasti batuk/tersedak. Jadi pengaruh yang ada dari makanan dan minuman tidaklah secara langsung. Namun, beberapa makanan minuman berikut ini sebaiknya anda hindari sebelum nyanyi: